Tafsir Surat Al Bayyinah (3): Balasan bagi Orang Beriman dan Orang Kafir
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ
الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ
جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (6) إِنَّ
الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ
الْبَرِيَّةِ (7) جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ (8)
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan
orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal
di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah
sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga 'adn
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha
kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut
kepada Rabbnya."(QS. Al Bayyinah: 6-8).Tempat Orang Kafir dan Mereka Sejelek-Jelek Makhluk
Mengenai tempat orang kafir yaitu bagi ahli kitab dan non-muslim lainnya kelak adalah di neraka. Mereka akan kekal di dalamnya. Sebagaimana diterangkan dalam surat ini,
إِنَّ
الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ
جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan
orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal
di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk ".Jika dikatakan mereka kekal di dalamnya, berarti mereka terus menerus di dalamnya dan tidak berpindah dari tempat tersebut.
Mereka pun disebut sejelek-jeleknya makhluk yang Allah berlepas diri dari mereka.
Kata Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rahimahullah, "Ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) serta orang-orang musyrik adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah. Jika mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berarti dipastikan pada mereka kejelekan. Karena yang dimaksud kejelekan di sini adalah nampak pada mereka kejelekan yang tidak mungkin kita berhusnuzhon (berprasangka baik) pada mereka. Kecuali ada beberapa orang yang dipersaksikan langsung oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di antara orang musyrik seperti 'Abdullah bin Ariqoth. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyewanya untuk menunjukkan jalan ketika hijrah. Akan tetapi selain dia, yaitu mayoritas orang musyrik adalah tidak bisa kita menaruh percaya pada mereka. Karena mereka adalah sejelek-jeleknya makhluk." (Tafsir Juz 'Amma Syaikh Utsaimin, hal. 284).
Balasan bagi Mereka yang Beriman
Kemudian setelah itu Allah menerangkan mengenai balasan bagi orang yang beriman. Mereka yang beriman di sini adalah yang beriman dengan hati mereka dan melakukan amalan sholeh dengan badan mereka. Mereka yang beriman seperti inilah yang disebut sebaik-baik makhluk.
Firman Allah Ta'ala,
أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
"mereka itu adalah sebaik-baik makhluk ". Dari ayat ini, Abu
Hurairah dan ulama lainnya berpendapat bahwa orang beriman tetap lebih
utama dari para malaikat berdasarkan ayat yang mulia ini.Pada hari kiamat balasan bagi orang beriman adalah,
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ
"Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga 'Adn", yang dimaksud 'Adn
di sini adalah mereka terus berada dalam surga (tidak keluar) dan tidak
ada masa berakhir mereka di dalamnya, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu
Katsir rahimahullah. Syaikh As Sa'di rahimahullah
menjelaskan bahwa memasuki surga 'adn maksudnya adalah ketika seseorang
memasuki surga maka ia akan terus di dalamnya, tidak berpindah bahkan ia
pun tidak ingin meminta lebih dari itu (karena sudah merasa tentram di
dalamnya). Merekalah yang dapat ridho Allah,
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
"Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya."
Dari ayat ini, Ibnu Katsir berkata bahwa ridho Allah pada orang beriman
itu sudah lebih mulia dari segala nikmat abadi yang Allah berikan.Itulah balasan bagi orang-orang yang takut pada Allah. Ibnu Katsir berkata, "Itulah balasan bagi mereka yang takut pada Allah dan yang bertakwa dengan benar pada-Nya. Itu juga balasan untuk orang yang beribadah pada Allah seakan-akan ia melihat-Nya. Jika ia tidak melihat-Nya, maka ia yakin bahwa Allah selalu memperhatikan dirinya." Balasan bagi mereka ini disebutkan dalam ayat yang kita kaji,
جَزَاؤُهُمْ
عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ
لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
"Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga yang mereka terus
di dalamnya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di
dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun
ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang
takut kepada Rabbnya".Semoga kita dijadikan sebaik-baik makhluk dengan keimanan dan dijauhkan dari sifat makhluk yang durhaka karena kekafiran. Moga Allah pun memberi taufik pada kita untuk menjadi orang-orang yang terus takut pada Allah.
Hanya Allah yang memberi taufik.
Referensi:
Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H.
Tafsir Al Qur'anul Karim (Juz 'Amma), Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin, terbitan Daruts Tsaroya, cetakan ketiga, tahun 1424 H.
Taisir Al Karimir Rahman fii Tafsiril Kalamil Mannan, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, terbitan Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1423 H.
